jogja.jpnn.com, BANTUL - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bantul pada Selasa malam (24/2) mengakibatkan tebing Sungai Oya di kawasan Srikeminut, Kelurahan Sriharjo, Kecamatan Imogiri, mengalami longsor. Insiden ini menyebabkan sebagian bangunan Musala Adzikri ambrol dan tidak lagi dapat digunakan.
Peristiwa ini terjadi tepat setelah warga melaksanakan ibadah salat tarawih. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.
"Kejadiannya saat salat tarawih. Jadi, sempat digunakan untuk ibadah. Namun, saat kejadian longsor, warga sudah keluar dari musala,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amruddin, Rabu (25/2).
Lurah Sriharjo Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan jemaah sempat mendengar suara gemuruh saat ibadah masih berlangsung.
"Belum selesai tarawih, warga sudah keluar musala karena mendengar suara bruk (ambrol)," tuturnya.
Berdasarkan hasil asesmen sementara, penyebab utama ambrolnya bangunan adalah abrasi Sungai Oya. Aliran air yang deras mengikis tebing sungai hingga memicu longsoran dengan dimensi yang cukup luas.
Ketinggian tebing sekitar dua hingga tiga meter, lebar longsoran mencapai 100 meter.
Kondisi bangunan saat ini sepertiga bangunan musala sudah roboh ke sungai.
















































