jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Digitaliasi pembelajaran tidak hanya terjadi di Jawa Barat maupun Pulau Jawa secara umum.
Di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) seperti Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), transformasi digital yang dihadirkan Kemendikdasmen menunjukkan dampak signifikan.
Salah satunya dirasakan di SMPN Wederok, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.
Guru IPS, Theobaldus Banafanu, menyebut kehadiran aplikasi Rumah Pendidikan, Papan Interaktif Digital (PID), serta akses internet Starlink sejak awal 2026 telah meningkatkan gairah belajar 139 siswa di sekolah tersebut.
Super aplikasi Rumah Pendidikan disediakan oleh Pusdatin Kemendikdasmen, sementara PID dan akses internet merupakan dukungan dari Direktorat SMP di bawah Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.
"Sebelumnya, buku ajar itu terbatas. Jadi kalau pegang buku, murid tak bisa menyimak seperti apa rupanya. Sekarang dengan ada PID sejak Januari 2026 lalu, guru tinggal browsing saja untuk perlihatkan wujud yang dibahas seperti apa. Intinya, kami, guru dan murid, dimudahkan segalanya saat di kelas," kata Theobaldus, dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).
Dia mengungkapkan, dampak digitalisasi mulai terlihat dari hasil belajar siswa. Nilai ujian mingguan yang sebelumnya rata-rata di kisaran 60, kini meningkat menjadi 75 hingga 80.
"Imbasnya, hasil ujian mingguan siswa mulai terasa ada kenaikan. Siswa lebih memahami materi pengajaran," ujarnya.


















































