jpnn.com, TEHERAN - Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan Teheran akan menargetkan kepentingan ekonomi Amerika Serikat (AS) jika blokade maritim terhadap negara tersebut terus berlanjut.
“Jika blokade terus berlanjut, kami akan menargetkan kepentingan ekonomi AS secara menyeluruh, dengan intensitas dan kekuatan,” kata Rezaei, seperti dilaporkan oleh stasiun televisi pemerintah IRIB pada Kamis.
Rezaei mengatakan bahwa Iran telah “mematahkan blokade maritim” selama gencatan senjata dan mengekspor antara 70 juta hingga 80 juta barel minyak.
Ia menambahkan bahwa penjualan minyak Iran telah kembali ke tingkat sebelum diberlakukannya sanksi.
“Selain mengosongkan stok minyak yang tersimpan di kapal-kapal, kami telah membuka jalur ekspor baru yang secara bertahap terus diperluas,” kata Rezaei.
Mengenai perkembangan di Lebanon, Rezaei mengatakan bahwa Beirut dan wilayah pinggiran selatannya merupakan “garis merah” bagi Teheran.
“Tidak ada pihak yang berhak bergerak menuju Beirut atau wilayah pinggiran selatannya. Kami memantau situasi dengan sangat serius dan penuh perhatian,” ucapnya.
Rezaei menambahkan bahwa Israel akan dipaksa untuk menarik diri dari wilayah-wilayah yang didudukinya di Lebanon.






















































