jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan timnya memeriksa Bupati Pati Sudewo (SDW) di Kudus, Jawa Tengah, setelah operasi tangkap tangan (OTT) terkait pemerasan berlangsung di Pati.
Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkap bahwa pihaknya memutuskan memeriksa Sudewo di Kudus, karena alasan keamanan.
Bupati Pati Sudewo tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa,(20/1). Sudewo terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK terkait pengisian jabatan kepala urusan, kepala seksi, atau pun sekretaris desa. Foto : Ricardo/JPNN.com
"Kami juga kan mempertimbangkan keamanan. Keamanan yang bersangkutan, keamanan petugas, dan lain-lain," kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026) malam.
Hal itu mempertimbangkan situasi lantaran Sudewo sebelumnya sempat didemo dalam skala besar oleh warga Pati, Jateng.
"Kemarin juga, kan, sudah ada demo besar-besaran di sana. Kemudian antara yang pro dan kontra, itu juga sangat kami jaga. Jangan sampai bentrok nih," tuturnya.
Oleh sebab itu, dia mengatakan KPK memutuskan memeriksa Sudewo di luar Pati.
"Kubu yang pro ingin datang, dan yang kontra gitu kan. Jadi, lebih baik kami mencari tempat yang lebih safe (aman, red.) baik bagi yang bersangkutan, maupun juga petugas kami. Itu strateginya," ujar dia.






















































