jatim.jpnn.com, LAMONGAN - Polres Lamongan mengungkap motif seorang ayah berinisial S (73) warga Dusun Talun, Kecamatan Sukodadi yang tega menghabisi nyawa anaknya berinisial Sumarto (53) menggunakan tabung elpiji 3 kilogram, Jumat (23/1).
Insiden pembunuhan itu ternyata dilatarbelakangi sakit hati pelaku terhadap korban karena urusan warisan. Pelaku tidak terima dengan jumlah warisan yang diterima korban.
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman menyampaikan motif itu disimpulkan setelah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.
“Kami menyimpulkan motif dari tindak kekerasan yang terjadi adalah hubungan tidak harmonis atau cekcok dalam keluarga yang didasari atau disebabkan oleh pembagian warisan yang diterima oleh korban,” kata Arif saat konferensi pers, Senin (26/1).
Pembunuhan ini, kata Arif ternyata telah direncanakan oleh pelaku sudah cukup lama.
“Pelaku ternyata mempersiapkan rencana ini (pembunuha) berkali-kali,” katanya.
Arif menjelaskan pelaku tega membunuh anaknya saat sedang tertidur posisi miring ke kanan di kursi kayu panjang.
“Pelaku mengambil tabung gas elpiji 3 kilogram dari dapur yang berjarak empat meter dari posisi korban tidur. Kemudian pelaku menghantam kepala korban sebanyak lima kali,” katanya.

















































