Tiang Monorel Senayan Bukan Milik Pemprov Jakarta

2 hours ago 21

Tiang Monorel Senayan Bukan Milik Pemprov Jakarta

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Pengendara melintas di dekat tiang bekas proyek monorel Jakarta di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta. Foto: Indrianto Eko Suwarso/rwa/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, keberadaan tiang monorel yang terbengkalai di kawasan Senayan, Jakarta, saat ini masih dalam tahap evaluasi sebelum diputuskan untuk dibongkar.

Hal ini dakatan Prasetyo Hadi untuk merespons sikap Pemprov DKI yang urung membongkar tiang monorel di Senayan, karena kewenangannya berada di Sekretariat Negara (Setneg).

"Kebetulan kami berkoordinasi memang betul dari sisi kawasan Senayan adalah bagian dari Kementerian Sekretariat Negara, memang betul," kata Prasetyo dikutip Rabu (21/1).

Prasetyo mengatakan Setneg akan mengevaluasi keberadaan tiang monorel di kawasan Senayan, Jakarta, setelah proyek pembongkaran di Kuningan, Jakarta Selatan, rampung.

Dikatakan Prasetyo, evaluasi itu dilakukan untuk menentukan langkah lanjutan terhadap proyek monorel yang terbengkalai tersebut.

"Tapi memang kami belum sampai kepada keputusan untuk melakukan pembongkaran terhadap tiang monorel di area kawasan Senayan. Nanti kami mohon waktu segera kami koordinasikan setelah proses di Kuningan selesai, kita evaluasi hasilnya seperti apa," ujarnya.

Pembongkaran tiang monorel di Jakarta mulai dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan pembongkaran tahap awal diprioritaskan di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Kemudian, untuk kawasan Senayan, Pemprov DKI memilih opsi pemanfaatan sebagian tiang monorel agar aset yang ada tetap memiliki nilai guna. Pramono menyebut tidak seluruh tiang di kawasan tersebut akan dibongkar.

Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, keberadaan tiang monorel yang terbengkalai di kawasan Senayan, Jakarta, saat ini masih dalam tahap evaluasi

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |