Tim SAR Gabungan Cari Pekerja Hilang Terseret Arus di Perairan Pulau Poto

2 hours ago 16

Tim SAR Gabungan Cari Pekerja Hilang Terseret Arus di Perairan Pulau Poto

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Tim SAR melakukan operasi pencarian terhadap pekerja hilang terseret arus di perairan Pulau Poto, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (19/1/2026) malam. ANTARA/HO-Humas SAR Tanjungpinang

jpnn.com - TANJUNGPINANG - Seorang pekerja hilang terseret arus di perairan Pulau Poto, tepatnya di depan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI), Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri).

Tim SAR Gabungan saat ini tengah melakukan operasi pencarian terhadap pekerja itu.

Menurut Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli, peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Senin (19/1) sekitar pukul 14.10 WIB saat korban atas nama Malik berenang di sekitar area ponton pengeboran milik PT. Shandong Geologi Eksplorasi.

“Korban tiba-tiba terseret arus kuat dan berteriak meminta pertolongan," kata Fazzli dalam keterangannya di Kota Tanjungpinang, Kepri, Selasa (20/1)

Mendengar teriakan tersebut, kata Fazzli, dua rekan korban, Ranggi dan Reza Ade Jumawar, segera melompat ke laut untuk memberikan bantuan.

Namun nahas, keduanya justru ikut terbawa arus yang sangat deras. Ranggi berhasil menyelamatkan diri ke atas ponton dan segera meminta bantuan kepada karyawan lain di sekitar lokasi. Malik dan Reza terseret arus dan tidak dapat dievakuasi.

Dalam upaya pencarian awal di lokasi kejadian, kata dia, korban Reza ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Korban merupakan warga Kampung Bina Maju, Kelurahan Gunung Lengkuas, Kecamatan Bintan Timur.

Adapun satu korban lainnya, Malik, hingga saat ini dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian Tim SAR Gabungan. Malik ialah warga Ganet, Kota Tanjungpinang, yang tercatat sebagai pekerja PT. Shandong Geologi Eksplorasi.

Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap pekerja yang hilang terseret arus di perairan Pulau Poto, Kepulauan Riau (Kepri).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |