jpnn.com, JAKARTA - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan bakal melakukan reformasi menyeluruh tata kelola hutan di Indonesia.
Raja Juli mengaku langkah itu dilakukan untuk mencegah terjadinya pembalakan liar yang selalu terjadi terhadap hutan-hutan di Indonesia.
"Saya menegaskan komitmen Kementerian Kehutanan untuk melakukan reformasi menyeluruh tata kelola kehutanan nasional," kata Raja Juli dikutip Minggu (22/2).
Raja Juli mengaku bakal menambah personel polisi hutan (polhut). Sebab, adanya ketimpangan jumlah hutan di Indonesia dengan polhut.
Raja Juli memaparkan Indonesia punya sekitar 125 juta hektare kawasan hutan, tetapi hanya diawasi sekitar 4.800 polhut.
"Di Aceh, 3,5 juta hektare hutan hanya dijaga 64 personel, sementara di Sumatera Utara 3 juta hektare hutan diawasi sekitar 240 personel," katanya.
Karena itu, keterbatasan jumlah polhut tidak akan optimal melakukan pengawasan terhadap pembalakan liar, perkebunan sawit ilegal, perburuan liar, dan pelanggaran lainnya.
“Kemenhut mengusulkan penambahan jumlah polhut dengan rasio ideal satu petugas untuk setiap 2.000–2.500 hektare kawasan hutan, yang jika terealisasi akan menambah puluhan ribu personel baru,” kata dia.




















































