jpnn.com, JAKARTA SELATAN - PT Nuon Digital Indonesia (Nuon) menegaskan akan memperkuat kekayaan intelektual (IP) lokal pada 2026.
Langkah tersebut mereka lakukan untuk membawa industri hiburan dan konten digital agar bisa go internasional pada 2026.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Nuon, Aris Sudewo pada saat press conference media update 2026 di Jakarta Selatan, Rabu (4/2).
"2026 ini kami pengin punya intelektual sendiri yang kami jual. Bukan hanya dijual di Indonesia, tetapi sampai level internasional," ujar Aris.
Dia pun optimistis industri hiburan dan konten digital bisa dikenal hingga mancanegara. Sebab, kata Aris, pihaknya memiliki segudang pengalaman untuk bisa membawa konten digital tanah air mendunia.
"Kami yakin banget karena sejumlah project sudah kami garap. Kami juga pernah rilis tiga game. Di film, kami juga sudah belajar. Itu banyak pembelajaranya," tuturnya.
Anak usaha Telkom Group itu juga ingin menghentikan 'value leakage' yang selama ini membuat potensi ekonomi digital nasional belum tergarap maksimal.
Menurut laporan e-Conomy SEA 2025, sektor media online Indonesia diproyeksikan mencapai USD 10–12 miliar pada 2026–2027.



















































