jabar.jpnn.com, DEPOK - Aktivitas Gunung Anak Krakatau dalam beberapa hari terakhir dilaporkan menyebabkan abu vulkanik terbawa angin hingga mencapai sejumlah wilayah Jabodetabek, termasuk Kota Depok.
Lapisan debu tipis terlihat pada sejumlah kendaraan, halaman rumah, serta permukaan benda yang berada di luar ruangan.
Meski Depok berada cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau, keberadaan abu vulkanik tetap perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kesehatan, terutama apabila partikel tersebut terhirup atau mengenai mata dan kulit.
Dokter Spesialis Patologi Klinis RSUD Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok, dr. Dayu Satriani, SpPK, FISQua, mengatakan masyarakat tidak perlu panik.
Namun, warga perlu mengetahui langkah sederhana untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
“Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Material ini terdiri atas partikel-partikel sangat halus hasil aktivitas vulkanik,” kata Dayu.
Menurut dia, ketika beterbangan di udara, partikel abu vulkanik dapat terhirup atau mengenai mata dan kulit.
Paparan tersebut dapat menimbulkan sejumlah keluhan, antara lain mata perih dan berair, hidung serta tenggorokan terasa tidak nyaman, batuk, hingga rasa sesak atau tidak nyaman saat bernapas.


















































