TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 200 Ton Arang Bakau Ilegal di Perairan Kepulauan Meranti

4 hours ago 14

TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 200 Ton Arang Bakau Ilegal di Perairan Kepulauan Meranti

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Penampakan kapal bermuatan 200 ton arang kayu bakau yang diamankan Lanal Dumai. Foto:Source for JPNN.

jpnn.com - PEKANBARU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai mengungkap praktik pengangkutan arang bakau ilegal di wilayah perairan Kepulauan Meranti, Riau.

Tim gabungan dalam operasi terpadu yang melibatkan unsur intelijen maritim TNI AL, mengamankan kapal yang mengangkut sekitar 200 ton arang bakau tersebut.

Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris menjelaskan bahwa penindakan dilakukan oleh Tim Quick Response Patkamla Lanal Dumai bersama Satuan Tugas Operasi Intelijen Maritim yang terdiri dari personel Satintelmar Pusintelal dan Satgas Ops Intelmar Koarmada I.

“Tim berhasil mengamankan kapal KLM Samudera Indah Jaya GT 172 yang diduga mengangkut arang bakau hasil penebangan ilegal dengan muatan diperkirakan mencapai 200 ton,” kata Abdul Haris, Kamis (14/3).

Pengungkapan kasus ini bermula pada Kamis 5 Maret 2026. Tim I yang terdiri dari Satgas Ops Intelmar Koarmada I bersama personel Patkamla Lanal Dumai bergerak dari Pos Babinpotmar Tanjung Buton (Posal Siak) menuju perairan Selat Panjang menggunakan kapal Sea Reader, untuk melakukan observasi dan pemantauan terhadap kapal yang dicurigai.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Tim II dari Pusintelal bersama personel Lanal Dumai bergerak menuju Pos TNI AL Selat Panjang untuk memperkuat pemantauan.

Hasil observasi menunjukkan bahwa sekitar pukul 10.44 WIB, KLM Samudera Indah Jaya terlihat sandar di sebuah pelabuhan perseorangan di perairan Sungai Nyirih, Kepulauan Meranti.

Tim kemudian melakukan konsolidasi di Pos TNI AL Selat Panjang sambil melanjutkan pemantauan dari darat.

Kapal yang mengangkut sekitar 200 ton arang bakau tersebut diamankan oleh tim gabungan dalam operasi terpadu yang melibatkan unsur intelijen maritim TNI AL.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |