bali.jpnn.com, DENPASAR - Transaksi Kartu Kredit Indonesia (KKI) pemerintah daerah di Bali berbasis pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meningkat.
Berdasar data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, transaksi QRIS sepanjang 2025 menembus Rp17,92 miliar.
Bank sentral itu menyebutkan realisasi KKI pemerintah daerah di Bali pada 2025 total mencapai Rp18,12 miliar, atau melonjak dibandingkan 2024 sebesar Rp3,69 miliar dan pada 2023 sebesar Rp120 juta.
Dari realisasi Rp18,12 miliar itu, sebesar Rp17,92 miliar di antaranya memanfaatkan KKI QRIS dan sisanya Rp293,73 juta menggunakan KKI Fisik.
“Realisasi transaksi KKI semakin meningkat dengan preferensi menggunakan QRIS,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Erwin Soeriadimadja dilansir dari Antara.
Adapun indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) di sembilan kabupaten/kota dan pemerintah provinsi di Bali hingga semester I-2025 mencapai rata-rata di atas 91 persen.
Erwin Soeriadimadja mendorong agar realisasi belanja daerah menggunakan KKI bisa ditingkatkan dan perlu lebih masif terutama menggunakan KKI daring dalam pengadaan melalui katalog elektronik.
Transaksi digital khususnya untuk penerimaan pajak/retribusi pada 2025 juga menunjukkan tren positif.















































