Trump Sebut Program Nuklir Iran Jadi Ganjalan Perundingan Damai

8 hours ago 14

Trump Sebut Program Nuklir Iran Jadi Ganjalan Perundingan Damai

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih. Foto: AFP

jpnn.com - WASHINGTON - Perundingan damai Amerika Serikat dan Iran di Islamabad, Pakistan, Sabtu pekan lalu gagal mencapai kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa program nuklir Iran masih menjadi kendala utama dalam perundingan damai, meskipun kedua negara telah menyepakati sejumlah hal untuk mengakhiri konflik.

Namun demikian, Trump meyakini bahwa pada akhirnya Iran akan menyetujui syarat yang diajukan AS untuk menghentikan pengembangan senjata nuklirnya.

"Saya pikir mereka akan menyetujuinya. Saya hampir yakin, bahkan saya yakin. Jika mereka tidak setuju, tidak akan ada kesepakatan. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir," kata Trump, Senin (13/4).

Trump juga memuji Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin tim negosiasi, termasuk Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, dalam perundingan yang dimediasi Pakistan tersebut.

"Yah, dia (Vance) telah melakukan pekerjaan yang baik, begitu pula Steve dan Jared, mereka semua melakukan pekerjaan dengan sangat baik. Kami telah dipanggil oleh pihak lain (Iran). Mereka sangat ingin membuat kesepakatan," kata Trump ketika ditanya apakah dia akan kembali mengirim Vance untuk kemungkinan pembicaraan lanjutan dengan Teheran.

Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad pada Sabtu (11/4), setelah Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Teheran dan Washington.

Namun, Perundingan Islamabad - yang dianggap sebagai pertemuan paling bersejarah sejak AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada 1979 - gagal menghasilkan kesepakatan untuk meredakan konflik di kawasan Timur Tengah.

Donald Trump menyebut program nuklir Iran menjadi ganjalan utama dalam perundingan damai AS-Iran.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |