jpnn.com, JAKARTA - PT Plus Ultra Abadi (UATAS) membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis, khususnya Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD), untuk mendukung pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses pembiayaan di daerah.
Direktur Pengembangan Bisnis UATAS, Shintya Maulida mengatakan kolaborasi dengan BPR dan BPD memiliki nilai strategis karena masing-masing pihak mempunyai kekuatan dan keunggulan yang dapat saling melengkapi.
Hal tersebut disampaikan Shintya dalam kegiatan Fintech Lending Days 2026 pada sesi Banking Partnership Forum: Strengthening Collaboration Between Pindar and Regional Banking Ecosystem di Bali pada 26 Agustus 2026.
“Pada prinsipnya kami melihat partnership ini bukan sebagai kompetisi antar-subsektor, tetapi sebagai kombinasi capabilities untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih tepat, efisien, dan sustainable,” kata Shintya dalam paparannya, Jumat (28/8).
Menurut dia, UATAS sebagai platform Pindar memiliki kemampuan dari sisi teknologi, pemanfaatan data, serta proses pembiayaan berbasis digital yang lebih efisien.
Sementara itu, BPR dan BPD memiliki keunggulan berupa pemahaman mendalam terhadap karakteristik ekonomi dan calon nasabah di daerah masing-masing.
Oleh karena itu, kerja sama tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah kanal maupun meningkatkan penyaluran pembiayaan.
Kolaborasi itu diharapkan mampu menggabungkan kekuatan masing-masing pihak sehingga akses pembiayaan menjadi lebih tepat sasaran.






















































