jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Tim Gabungan masih berupaya melakukan korban yang tertimpa material bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoaro yang ambruk pada Senin (29/9). Saat ini, ada tujuh korban yang masih terjebak di reruntuhan bangunan.
Sekertaris Daerah Provinsi Jatim (Sekdaprov Jatim) Adhy Karyono memastikan tujuh orang yang terjebak di dalam masih hidup. Tim SAR juga intensif berkomunikasi dengan mereka.
"Yang masih hidup dan terdeteksi ada tujuh lagi, ada satu sektor yang di belakang satu orang, kemudian di tengah satu orang, di samping kanan lima orang. Itu terdeteksi masih komunikasi," ujar Adhy.
Korban yang terjebak juga telah diberi makanan, minuman dan oksigen agar tetap bisa bertahan. Suplai makanan dan oksigen diberi sampai SAR berhasil mengevakuasi.
"Kami kasih suplai minum, makan, kemudian kasih oksigen," ungkapnya.
Adhy menyebut, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak melukai para korban. Bahkan, tim SAR gabungan juga tidak menggunakan alat barat.
"Fokus hari ini kami belum menggunakan alat berat karena kalau dilakukan alat berat maka pergeseran itu menjadi malah mencelakakan ya, baik petugas maupun yang dievakuasi," jelasnya.
Adhy memastikan tujuh orang korban itu dievakuasi secepat mungkin. Petugas juga bekerjaran dengan waktu.



















































