jatim.jpnn.com, MALANG - Jagat media sosial diramaikan kabar kemunculan 'pocong abal-abal' yang disebut berkeliaran di wilayah Malang Raya. Narasi tersebut viral setelah beredar tangkapan layar status WhatsApp dan video di sejumlah akun media sosial.
Namun, Polres Malang memastikan hingga saat ini belum ada laporan resmi maupun temuan fakta terkait keberadaan sosok “pocong begal” seperti yang ramai dibicarakan warganet.
Kasi Humas Polres Malang AKP Bambang Subinajar meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Sampai saat ini belum ada laporan resmi terkait kejadian sebagaimana yang beredar di media sosial,” kata Bambang, Sabtu (23/5).
Menurut dia, narasi yang berkembang di media sosial justru berpotensi memicu keresahan dan kepanikan masyarakat.
Karena itu, warga diminta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan atau gangguan keamanan.
“Apabila masyarakat menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi gangguan kamtibmas, segera laporkan melalui layanan kepolisian di nomor 110 agar bisa segera ditindaklanjuti petugas,” ujarnya.
Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan tindakan sendiri terhadap orang yang dicurigai tanpa dasar yang jelas.



.jpeg)















































