bali.jpnn.com, DENPASAR - Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana membantah insiden penolakan terhadap pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Rumah Sakit Angkatan Darat (RSAD) Tingkat IV/Bima, Nusa Tenggara Barat.
Berdasar video yang viral di media sosial, pasien ditolak saat berobat di RSAD Bima.
Keluarga pasien merekam dengan narasi yang tidak sesuai kenyataan di lapangan.
"Tidak benar apabila disebut terjadi penolakan pasien karena pasien telah mendapatkan tindakan medis sejak awal kedatangan," kata Kapendam IX/Udayana Kolonel Widi Rahman di Denpasar, Senin (16/2).
Versi Kepala RSAD Tk IV/Bima, kejadian tersebut bermula pada Jumat, 13 Februari 2026, sekitar pukul 21.40 WITA.
Ketika itu seorang pasien anak berusia dua tahun atas nama Abidzar Al Fattah datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan keluhan demam, mual, dan muntah.
Pasien diantar keluarga bersama seseorang yang mengaku dari LSM menggunakan ambulans desa dan kendaraan pribadi.
Setiba di IGD RSAD Bima, pasien langsung mendapatkan pemeriksaan awal oleh tenaga perawat dan dokter jaga sesuai prosedur medis yang berlaku.















































