Wacana Kehadiran Prabowo ke KTT BoP, BOI: Menyalahi Prinsip Politik Bebas Aktif

4 hours ago 19

 Menyalahi Prinsip Politik Bebas Aktif

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Ubedilah Badrun soal Indonesia di KTT BoP. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Akademisi Barisan Oposisi Indonesia (BOI) Ubedilah Badrun menyebut langkah Presiden RI Prabowo Subianto hadir ke Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace (BoP), kontradiksi dengan prinsip politik luar negeri negara.

"Saya menilai bergabungnya Prabowo ke BoP sesungguhnya menyalahi prinsip politik bebas aktif," kata Kang Ubed sapaan Ubedilah Badrun melalui layanan pesan, Minggu (15/2).

Menurut dia, banyak negara yang tergabung dalam BoP berstatus bangsa kolonialis seperti AS dan Israel serta perwakilan mereka hadir pula di KTT organisasi tersebut.

"Ya, sementara Indonesia itu negara yang menolak kolonialisme," lanjut Kang Ubed.

Presiden Prabowo berencana menghadiri KTT BoP bentukan Presiden AS Donald Trump setelah organisasi terbentuk.

Prabowo berpotensi berunding dengan Presiden Israel Benyamin Netanyahu dalam KTT tersebut.

Menurut Kang Ubed, Prabowo tidak akan berunding ketika berbicara dengan Netanyahu, karena eks Danjen Kopassus itu bakal didikte Israel dan AS.

"Prabowo akan didikte oleh Netanyahu dan Donald Trump. Sebab Netanyahu sejak awal tidak menghendaki Palestina merdeka, tetapi mereka akan fokus pada konsep New Gaza dan pelucutan HAMAS," ujarnya.

Akademisi BOI Ubedilah Badrun menilai prinsip politik bebas aktif dilangkahi jika Presiden Prabowo hadir ke KTT Board of Peace (BoP).

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |