jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Hal itu diungkapkan Lestari Moerdijat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional setiap 24 Januari.
"Potensi yang dimiliki para pemuda harus mampu mendorong upaya untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tanah air," kata Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (24/1).
Tahun ini, peringatan Hari Pendidikan Internasional mengedepankan tema The Power of Youth in Co-creating Education.
Data Global Youth Check 2024 mencatat bahwa populasi pemuda (usia 10-30 tahun) sekitar 1,8 miliar jiwa atau 21,9% populasi penduduk dunia.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik pada 2025 mencatat, persentase pemuda (16-30 tahun) sekitar 23,5% dari populasi penduduk Indonesia.
Menurut Lestari, berbagai upaya untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas untuk semua harus konsisten untuk direalisasikan, dengan memanfaatkan semua potensi yang dimiliki setiap anak bangsa.
Momentum peringatan Hari Pendidikan Internasional ini, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus benar-benar dimanfaatkan untuk memaksimalkan upaya tersebut.






















































