Waka MPR: Wawasan Lingkungan Berkelanjutan Harus jadi Dasar Proses Pembangunan

4 hours ago 19

 Wawasan Lingkungan Berkelanjutan Harus jadi Dasar Proses Pembangunan

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan. Foto: MPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam melakukan proses pembangunan.

Hal itu diungkapkan Lestari Moerdijat saat menghadiri acara Metro TV Green Summit bertema Accelerating Indonesia’s Green Transition di Jakarta, Kamis (22/1).

"Dalam melaksanakan proses pembangunan, harus dikedepankan pertimbangan pelestarian lingkungan yang berkelanjutan demi mewujudkan kualitas hidup anak bangsa yang lebih baik di masa depan," kata Lestari.

Hadir sebagai Keynote Speech pada acara itu, Ekonom, Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Presiden, Menteri Lingkungan Hidup 1978 - 1993, Emil Salim.

Hadir pula antara lain, Diaz Hendropriyono (Wakil Menteri Lingkungan Hidup), Bambang Patijaya (Ketua Komisi XII DPR RI), Djoko Siswanto (Kepala SKK Migas), Sugeng Suparwoto (Wakil Ketua Komisi XII DPR RI), dan sejumlah direksi perusahaan energi, telekomunikasi, dan keuangan di tanah air.

Menurut Lestari, kepedulian terhadap pelestarian alam dalam setiap proses pembangunan harus konsisten dilakukan oleh para pemangku kepentingan dan masyarakat.

Rerie, sapaan akrab Lestari menilai, upaya membangun solidaritas untuk bersama-sama mengedepankan faktor lingkungan dan keberlanjutan dalam setiap proses pembangunan harus segera dilakukan.

Menurut Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, upaya menanamkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sejak dini juga penting dilakukan kepada setiap anak bangsa.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |