jateng.jpnn.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyatakan akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari solusi atas persoalan Turunan Silayur yang berulang kali menjadi lokasi kecelakaan truk besar.
Agustina mengatakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang akan berkoordinasi dengan kepolisian serta sejumlah pemangku kepentingan guna menekan risiko kecelakaan di jalur tersebut.
“Kami akan berkoordinasi dengan kepolisian, Dishub, dan stakeholder terkait. Dishub juga sudah menyiapkan beberapa skema untuk mengurangi intensitas kendaraan,” ujar Agustina di Balai Kota Semarang, Selasa (14/4).
Menurutnya, penanganan secara menyeluruh membutuhkan waktu panjang. Sebab, perubahan konstruksi jalan agar tidak lagi curam tidak bisa dilakukan secara instan.
Terlebih, terkendala keterbatasan anggaran penataan ulang jalur tengkorak karena kebutuhan dana mencapai Rp 60 miliar.
“Untuk mengubah secara menyeluruh agar jalannya tidak curam, itu membutuhkan proses,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi jalan tersebut kemungkinan merupakan perencanaan lama saat belum berkembang menjadi kawasan industri di BSB City. Saat itu, jalur tersebut hanya difungsikan sebagai jalan lingkungan bagi kawasan permukiman.
“Dulu mungkin pertimbangannya kawasan belum ada (berkembang, red), sehingga hanya digunakan sebagai jalur urban, jalur perumahan, itu menurut saya aman,” tuturnya.

















































