bali.jpnn.com, DENPASAR - Kabar baik untuk para peneliti di Bali dan Indonesia umumnya.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka lebar penelitian.
Salah satu fokus penelitiannya terkait hubungan musik dan otak karena belum ada penelitian serupa di Indonesia.
"Bukan kurang lagi penelitian musik dan otak, tetapi belum ada penelitiannya," kata Wamendiktisaintek Stella Christie di Denpasar, Minggu (11/1).
Menurutnya, yang dieksplorasi untuk riset, terbuka lebar jenisnya.
Salah satunya kebudayaan daerah yang kaya dengan musik, seperti gamelan dan instrumen musik tradisional serta musik tren kekinian.
Kemdiktisaintek bersama Tsinghua University dan Tsinghua South East Asia Center menggelar lokakarya musik dan otak di Kampus United in Diversity (UID) Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura, Denpasar.
Lokakarya ketiga dalam tiga tahun terakhir di Bali itu menjadi ajang berbagi pengetahuan para profesor dan komunitas seni dari mancanegara tentang pengaruh musik terhadap kecerdasan otak.



















































