jpnn.com, JAKARTA - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong komoditas unggulan Indonesia dapat lebih dimaksimalkan dalam ekosistem Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK).
Terutama komoditas unggulan yang saat ini belum terdaftar, agar segera dapat diperdagangkan melalui bursa.
"Saya berharap komoditas unggulan lainnya yang belum masuk bursa dapat segera diperdagangkan di sana," ujar Dyah di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (2/1).
Menurut Dyah, inisiatif tersebut memiliki dampak makro yang positif bagi perekonomian nasional.
Meningkatkan pendapatan negara, serta menjaga surplus neraca perdagangan tanah air.
Makin banyaknya komuditas unggulan yang masuk dalam PBK juga diyakini dapat menciptakan ekosistem perdagangan lebih adil.
"Hal ini demi memastikan adanya harga terbaik bagi pelaku perdagangan komoditas di Indonesia," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wamendag mengapresiasi kontribusi komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya yang memiliki nilai ekspor signifikan.






















































