jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah DIY selama tiga hari ke depan. Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, serta angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh hangatnya suhu muka laut di sekitar Pulau Jawa yang mencapai 28°C hingga 30°C.
Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air di atmosfer secara signifikan.
"Selain suhu laut yang hangat, adanya bibit siklon 92S di Samudera Hindia Barat Sumatera turut memengaruhi pola angin di DIY. Ditambah kelembapan udara yang tinggi, peluang pertumbuhan awan hujan menjadi sangat besar, terutama pada siang dan sore hari," jelas Feriomex pada Selasa (21/4).
Berdasarkan prakiraan BMKG, sebaran cuaca ekstrem akan bervariasi setiap harinya.
Pada hari ini, Selasa 21 April 2026, potensi hujan ringan hingga sedang diprediksi terjadi di wilayah Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara. Sedangkan gelombang laut selatan masih berada dalam kategori sedang.
Pada Rabu, 22 April 2026 akan menjadi puncak kewaspadaan karena cakupan wilayah hujan sedang hingga lebat meluas ke Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Bantul bagian utara, hingga Gunungkidul bagian utara.
Sedangkan pada Kamis, 23 April 2026, intensitas hujan diprediksi mulai melandai menjadi ringan hingga sedang di Sleman dan Kulon Progo utara.

















































