jogja.jpnn.com, BANTUL - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul tengah meningkatkan koordinasi dengan BPBD DIY guna menangani dampak tanah longsor di Kedungrejo, Kelurahan Wonolelo, Pleret. Langkah ini diambil menyusul adanya potensi longsor susulan yang mengancam wilayah tersebut akibat cuaca ekstrem.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengatakan bahwa penanganan di lokasi tersebut memerlukan intervensi khusus karena kondisi medan yang sulit dan berisiko tinggi.
"Untuk penanganan lanjutan, kami akan berkoordinasi dengan BPBD DIY karena dibutuhkan peralatan khusus, seperti vertical rescue dan alat bor, untuk mengamankan tebing," ujar Antoni di Bantul, Sabtu (10/1).
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, BPBD melihat adanya ancaman nyata dari sisa material tanah dan batu di bagian atas tebing.
Jika hujan dengan intensitas tinggi kembali mengguyur, dikhawatirkan material tersebut akan meluncur ke pemukiman atau akses jalan warga.
Pihak BPBD merencanakan pembersihan material di atas tebing dengan cara perobohan terkendali.
"Sisa material di bagian atas masih berisiko sehingga direncanakan untuk dirobohkan secara terkendali menggunakan peralatan khusus agar tidak membahayakan," tambah Antoni.
Kronologi Kejadian
Longsor di wilayah Kedungrejo terjadi pertama kali pada Kamis (1/1). Longsor awal dipicu hujan lebat dan kondisi tanah labil pada pukul 22.00 WIB. Dimensi longsor mencapai panjang 6 meter dan tinggi 7 meter.

















































