jabar.jpnn.com, BEKASI - Gubernur Jawa Barat Ded Mulyadi berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda wilayah Bekasi. Orang nomor satu di Jabar itu, menyiapkan 3 langkah startegis dalam hal ini.
Salah satu yang akan dilakukn Dedi yaitu melakukan evaluasi tata ruang menyusul adanya kesalahan alih fungsi lahan, khususnya di kawasan pesawahan dan rawa yang seharusnya menjadi daerah resapan air.
Langkah pertama, Pemprov Jawa Barat akan menghentikan pembangunan perumahan di kawasan terlarang, termasuk area pesawahan dan rawa.
"Saya terus mencari solusi untuk banjir di Bekasi. Satu membuat surat edaran agar seluruh perumahan pemukiman yang dibangun di area yang terlarang itu dihentikan," ucap Dedi Mulyadi dikutip Senin (1/2/2026).
Langkah kedua adalah mendorong perubahan tata ruang di tingkat daerah agar fungsi lahan kembali sesuai peruntukannya.
"Yang kedua, agar pemerintah kabupaten dan kota melakukan perubahan tata ruang, termasuk pemerintahan provinsi," ujarnya.
Selain pembenahan tata ruang, ia menilai pembangunan danau menjadi kebutuhan mendesak untuk menampung limpasan air saat curah hujan tinggi.
Oleh karena itu, Pemprov Jabar mendorong percepatan pembangunan Danau Cibeet sebagai solusi jangka panjang.











.jpeg)





































