jpnn.com - JAKARTA - Universitas Terbuka (UT) kembali menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan masukan-masukan dari masyarakat, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta stakeholder setempat.
Hal ini untuk mempertajam manfaat dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang selama ini telah dijalankan.
"FGD ini digelar untuk menggali kebutuhan masyarakat secara lebih intensif. Karena dari sini program pengabdian UT bisa lebih tepat sasaran," kata Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UT, Dewi Artati Padmo, Senin (25/5).
Pihak yang dihadirkan, antara lain Camat Pamulang, Lurah Pondok Cabe Ilir, Ibu-Ibu PKK, UMKM, dan berbagai stakeholder alinnya. Hal ini agar bisa mencatat kebutuhan nyata masyarakat Pondok Cabe Ilir.
Menurut Ketua FGD PkM UT Pondok Cabe Ilir, Lidwina Sri Ardiasih, FGD ini menjadi kelanjutan dari program pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang telah berjalan.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program equity hasil kerja sama Kemendiktisaintek dengan LPDP.
“Selama tiga tahun berjalan, kami melihat dampak positif dari program ini. Kehadiran camat dan lurah di FGD diharapkan memberi banyak insight agar program ke depan benar-benar membawa kemajuan bagi Pondok Cabe Ilir,” ujarnya.
Salah satu keberhasilan yang dicatat adalah dukungan terhadap UMKM kuliner Chef Banana, yang mendapat bantuan alat produksi sehingga kapasitas dan efisiensi operasional meningkat. Pada 2026, fokus program diarahkan pada hilirisasi produk, peningkatan kualitas kemasan, pemenuhan sarana prasarana, serta penguatan strategi pemasaran agar produk lokal semakin berdaya saing.






















































