jpnn.com, JAKARTA - Pakar obstetri dan ginekologi Budi Wiweko mengingatkan pentingnya mencegah pubertas dini sejak tahap perencanaan kehamilan, termasuk dengan mengurangi paparan Bisphenol A (BPA) dari galon dan kemasan plastik makanan maupun minuman guna ulang.
Dalam “Podcast Raditya Dika” bertajuk “Akibat Puber Terlalu Cepat”, Prof. Budi yang akrab disapa Prof. Iko menekankan bahwa kehamilan sebaiknya direncanakan secara matang.
“Perencanaan kehamilan itu harus direncanakan. Enggak zamannya lagi hamil itu kebetulan, harus direncanakan,” ujar Prof. Iko.
Dia menjelaskan, ibu hamil perlu menghindari paparan zat kimia pengganggu hormon atau endocrine disrupting chemical, terutama pada tiga bulan pertama kehamilan. Salah satu zat yang menjadi perhatian ialah BPA yang banyak ditemukan pada kemasan plastik tertentu.
“Ketika ibu hamil dalam tiga bulan pertama, itu tidak boleh dia terekspos dengan itu,” katanya.
Menurut Prof. Iko, paparan BPA tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan konsumsi anak, tetapi juga kesiapan kesehatan keluarga sejak sebelum anak lahir.
Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah menetapkan batas migrasi BPA maksimal 0,6 bagian per juta atau mg/kg dalam kemasan pangan.
Prof. Iko juga menjelaskan program Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) bertajuk “Selamatkan Perempuan Indonesia” yang berfokus pada kesehatan perempuan sejak tahap awal perencanaan kehamilan.






















































