jatim.jpnn.com, BLITAR - PT KAI Daop 7 Madiun bersama pihak kepolisian menggagalkan tindakan pencurian baut penambat bantalan rel kereta api, Rabu (7/1).
Manager PT KAI (Persero) Daop 7 Madiun Tohari menjelaskan aksi pencurian baut terjadi di wilayah Blitar. Diketahui terduga pelaku merupakan seorang pria inisial DAT.
"Sekitar pukul 06.00 WIB, kepala Regu Jalan Rel B.2, menerima informasi dari Polsek Sanankulon, bahwa warga berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian,” jelas Tohari.
Dia menambahkan DAT selanjutnya dibawa kepada Polsek Sanankulon, Kecamatan Sanankulon, Kota Blitar untuk keperluan penyelidikan. Menurutnya, hasil pemeriksaan di KM 127+358 petak jalan Blitar–Rejotangan, awalnya ditemukan kehilangan 13 buah baut penambat. Namun dari pengembangan penyidikan
“Hal itu dikuatkan dengan pengembangan penyidikan kepolisian, yang bersangkutan mengakui telah mencuri sedikitnya lima titik berbeda dengan total kehilangan mencapai 108 buah baut penambat rel,” katanya.
Pihaknya mengecam keras aksi pencurian baut penambat bantalan rel yang terjadi di wilayah Blitar. Tindakan ini bukan sekadar pencurian aset.
“Mengancam keselamatan perjalanan kereta api, serta nyawa ribuan penumpang.Akibat pencurian tersebut, PT KAI mengalami kerugian materiil sekitar Rp4.133.700,” ujarnya.
“Baut penambat rel merupakan komponen vital yang berfungsi menjaga posisi dan kestabilan rel agar tetap sesuai standar teknis keselamatan,” imbuh dia.



















































