jateng.jpnn.com, SEMARANG - Polisi mencatat ada sebanyak 64 orang terluka akibat demo berujung ricuh di sejumlah kota Jawa Tengah (Jateng).
Demo berbalut menuntut keadilan atas kematian Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob itu berujung ricuh dan merusak fasilitas umum.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto menjelaskan aksi yang terjadi bukan lagi penyampaian aspirasi, melainkan tindakan anarkis.
“Kami dari Polda Jateng telah mengamankan aksi unjuk rasa yang dilakukan kelompok anarko. Itu bukan merupakan aksi demo untuk menyampaikan aspirasi, tetapi suatu tindakan anarkis terhadap aparat maupun fasilitas umum,” ujarnya.
Berdasarkan pendataan, total korban luka mencapai 64 orang, terdiri dari aparat kepolisian, prajurit TNI, hingga masyarakat sipil.
Rinciannya, di Kota Semarang terdapat 20 orang luka-luka yang terdiri tujuh anggota Polri dan 13 pengunjuk rasa.
“Rata-rata mereka mengalami luka robek di kepala, memar pada tubuh, dan sebagian masyarakat mengalami sesak napas akibat gas air mata,” kata Kombes Artanto.
Di Kota Surakarta, terdapat 13 orang korban, terdiri dari sembilan anggota Polri, satu anggota TNI, serta tiga masyarakat sipil.