jpnn.com - Pemerintah memastikan arah kebijakan perekonomian nasional tetap berfokus pada menjaga stabilitas sekaligus meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi, meskipun dihadapkan pada fragmentasi perdagangan dan perlambatan ekonomi dunia.
Hal tersebut ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan pidato kunci dalam forum IBC Business Outlook 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Airlangga menyoroti posisi Indonesia yang relatif lebih aman dibandingkan negara-negara maju lainnya.
Data menunjukkan risiko ekonomi Indonesia jauh lebih terkendali di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
“Saya rasa di tengah ketidakpastian global yang berasal dari perlambatan ekonomi dan peningkatan tensi geopolitik, ekonomi Indonesia tetap resilien dengan tingkat risiko resesi relatif rendah, berdasarkan Bloomberg, dibandingkan dengan AS, China, dan Jepang,” kata Menko Airlangga, dikutip Minggu (18/1).
Indikator ketahanan yang solid tersebut diklaim tecermin dari rekam jejak pertumbuhan ekonomi nasional.
Selama tujuh tahun terakhir, Indonesia secara konsisten mencatatkan pertumbuhan di kisaran 5%. Angka tersebut merefleksikan akumulasi pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai sekitar 35%.
Stabilitas makroekonomi juga tetap terjaga dengan baik hingga penghujung tahun 2025.






















































