jpnn.com, BANDUNG BARAT - Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut pemicu longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akibat alih fungsi lahan di wilayah hutan Perhutani.
"(Karena) ini lahan hutan, bukan lahan pertanian. Kami akan kembalikan hijau, kami kembalikan sesuai fungsinya, yaitu hutan," ujar Erwan di sela peninjauan lokasi terdampak, Minggu.
Untuk itu, dia mengatakan Pemprov Jabar akan menindak tegas praktik alih fungsi lahan.
Erwan menyoroti penggunaan lahan hutan sebagai area pertanian yang tidak sesuai peruntukannya, sehingga memperlemah struktur tanah di kawasan Cisarua tersebut.
Menyikapi risiko longsor susulan, Pemprov Jabar memastikan warga terdampak tidak akan kembali ke titik semula.
Erwan menjamin pemerintah segera menyiapkan skema relokasi berdasarkan kajian teknis untuk menentukan lokasi yang aman, namun tetap dekat dengan lingkungan sosial warga.
"Relokasi tidak boleh ke tempat yang berisiko lagi. Kami akan menentukan lokasi yang aman dan tidak terlalu jauh dari lingkungan hidup warga. Keselamatan menjadi prioritas utama," katanya.
Meski fokus pada pemulihan jangka panjang, Erwan memastikan operasi pencarian korban yang masih hilang tetap menjadi prioritas utama tim gabungan dari Basarnas, BNPB, BPBD, TNI-Polri, hingga relawan.






















































