jogja.jpnn.com, YOGYAKARTA - Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan anugerah kepada almahrum ustaz Muhammad Jazir ASP sebagai sang inovator dan konseptor manajemen masjid pada Jumat (27/2).
Penganugerahan ini diterima langsung oleh keluarga almahrum di Bangsal Mataram, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY.
Ketua Umum MES DIY Edy Suandi Hamid mengatakan Ustaz Muhammad Jazir ASP mewariskan keberanian dalam menerapkan prinsip manajemen keuangan yang transparan dan amanah di Masjid Jogokariyan.
"Beliau sering menyampaikan bahwa masjid pada zaman Rasulullah SAW adalah pusat segalanya. Pusat ibadah, pusat pendidikan, pusat musyawarah, bahkan pusat distribusi kesejahteraan. Semangat inilah yang beliau hidupkan kembali di Masjid Jogokariyan," kata Edy.
Kemudian, almahrum memperkenalkan prinsip yang sangat visioner, yaitu saldo infak masjid nol rupiah.
"Artinya, dana umat tidak boleh mengendap tanpa manfaat. Dana harus bergerak, berputar, dan memberdayakan umat," katanya.
Prinsip tersebut melahirkan berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, seperti ATM beras untuk warga kurang mampu, bazar dan pasar Ramadan yang menggerakkan UMKM jemaah, usaha katering komunitas, angkringan jemaah hingga pengembangan wakaf progresif.
Edy mengatakan pemikiran tersebut sangat relevan dengan agenda besar ekonomi syariah nasional.

















































