jpnn.com, JAKARTA - Peluang juara Persija Jakarta sudah resmi lepas dari genggaman. Namun, Macan Kemayoran memilih tetap menegakkan kepala dan berjuang hingga akhir musim.
Tumbang 1-2 dari Persib Bandung dalam duel panas El Clasico di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), menjadi pukulan telak bagi langkah Persija di Super League. Hasil itu sekaligus mengubur harapan tim asuhan Mauricio Souza untuk berburu trofi musim ini.
Sempat memberi harapan lewat gol cepat Alaaeddine Ajaraie, Persija runtuh di babak berikutnya.
Dua gol dari Adam Alis membalikkan keadaan dan memaksa Macan Kemayoran pulang tanpa poin dari laga yang seharusnya menjaga asa.
Kekalahan itu membuat Persija tertahan di peringkat ketiga dengan 65 poin. Dengan hanya dua pertandingan tersisa, raihan maksimal mereka hanya 71 angka, tak cukup untuk mengejar Persib yang sudah melesat dengan keunggulan 10 poin di puncak klasemen.
Bukan cuma gelar juara yang lepas. Posisi runner-up pun kini praktis tertutup. Borneo FC Samarinda sudah mengoleksi 72 poin, angka yang tak mungkin lagi dilampaui Persija hingga akhir musim.
Meski kenyataan pahit itu tak terhindarkan, ruang ganti Persija menolak meratapi.
Gelandang Fabio Calonego menegaskan timnya harus tetap berdiri tegak.






















































