jogja.jpnn.com, BANTUL - Sebuah pemandangan memprihatinkan terjadi di pesisir Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta, pada Sabtu pagi (23/5). Seekor penyu, yang merupakan satwa laut dilindungi, ditemukan terdampar dalam kondisi mati dan membusuk di bibir pantai.
Tim Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah III Parangtritis segera turun tangan untuk melakukan evakuasi dan penguburan bangkai satwa tersebut guna mengantisipasi penyebaran bau busuk yang menyengat bagi wisatawan maupun warga sekitar.
Penyu merupakan hewan yang dilindungi karena populasinya terus menurun akibat perburuan liar, perdagangan ilegal, dan kerusakan habitat, serta perannya penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut seperti padang lamun dan terumbu karang.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis Sektiaji Bagus mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan penemuan bangkai penyu tersebut dari warga setempat sekitar pukul 07.00 WIB.
"Setelah menerima informasi dari warga, petugas SAR langsung menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal," ujar Sektiaji saat dikonfirmasi, Sabtu (23/5).
Proses identifikasi di lokasi kejadian dilakukan oleh dua personel SAR dengan dibantu oleh personel Ditpolair Polda DIY dan warga setempat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, penyu tersebut memiliki dimensi yang cukup besar, dengan panjang tubuh mencapai 101 cm, lebar 51 cm, dan diameter 102 cm.
Sektiaji mengungkapkan bahwa kondisi bangkai saat ditemukan sudah dalam keadaan rusak parah.



















































