jatim.jpnn.com, SITUBONDO - Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyebut banjir luapan sungai yang melanda sejumlah wilayah di kabupaten tersebut tidak hanya merendam ribuan rumah warga, tetapi juga menyebabkan dua orang dilaporkan hilang.
Dua warga yang dilaporkan hilang pada Sabtu (7/3) itu ialah Tohari alias Pak Has (40) warga Desa Patemon, serta Jaelani, warga Desa Sumberanyar, Kecamatan Jatibanteng.
"Tadi kami juga mendapatkan laporan bahwa ada dua warga dari Desa Patemon dan Sumberanyar (Kecamatan Jatibanteng) dinyatakan hilang," kata Rio saat meninjau lokasi banjir bandang di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Minggu (8/3).
Menurut Rio, banjir akibat luapan Sungai Lubawang yang menerjang Desa Kalianget pada Sabtu malam lebih besar dibandingkan banjir yang terjadi pada 21 Januari lalu.
Dia mengatakan bencana banjir bandang kali ini cukup parah karena tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur.
"Tadi saya berjalan berkeliling banyak tembok pagar roboh, pohon-pohon tumbang, karena kemarin malam hujan deras juga disertai angin kencang," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Situbondo pun meningkatkan status tanggap darurat untuk mempercepat penanganan pascabencana.
Sementara itu, Kapolsek Besuki Agus Nurahmadi mengatakan dua warga yang dilaporkan hilang diduga terseret arus banjir.

















































