jatim.jpnn.com, LAMONGAN - Banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo masih merendam ribuan rumah warga di Kabupaten Lamongan hingga Senin (12/1). Tercatat 1.706 rumah di enam kecamatan terdampak dengan ketinggian air berkisar 5 hingga 80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan enam kecamatan yang terdampak banjir meliputi Kalitengah, Turi, Karangbinangun, Deket, Glagah, serta Kecamatan Lamongan. Dari enam wilayah tersebut, satu kecamatan dilaporkan mulai mengalami surut.
"Untuk lamongan hingga hari ini masih tergenang air. 1.706 rumah yang terdampak di enam kecamatan," ujar Gatot saat dikonfirmasi.
Berdasarkan analisis Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, wilayah yang terdampak banjir tersebut merupakan daerah cekungan sehingga rawan terjadi genangan saat debit sungai meningkat.
Gatot menambahkan, laporan terbaru BBWS menunjukkan debit air Bengawan Solo masih mengalami kenaikan. Oleh karena itu, pengoperasian Pintu Air Kuro terus dimaksimalkan untuk menyedot dan membuang air ke Sungai Bengawan Solo tanpa membuka pintu air.
“Kalau Pintu Air Kuro dibuka, air Bengawan Solo bisa masuk ke Bengawan Njero dan itu justru menambah debit air serta memperparah genangan di pemukiman warga,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (10/1), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung lokasi banjir sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di Desa Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan.
Khofifah menyampaikan Pemerintah Kabupaten Lamongan telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi selama 14 hari sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.


















































