jpnn.com, KABUPATEN TANGERANG - Banjir di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, meluas hingga 24 kecamatan.
Pemkab Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Ahmad Taufik mengatakan penetapan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi data dan cakupan luasan banjir di daerah setempat sejak Minggu (11/1).
"Iya, kami akan mengeluarkan status tanggap darurat. Ini dilakukan atas dasar potensi tingginya curah hujan yang tinggi yang mengakibatkan luasan bencana banjir. Jadi, pemerintah harus mengantisipasi bagaimana terkait dengan hasil perkiraan cuaca dari BMKG," ujarnya, Rabu.
Ia mengatakan kebijakan ini juga bertujuan mempercepat penanganan bencana, pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, serta koordinasi lintas sektor, sehingga bisa mengurangi dampak yang lebih luas.
Langkah itu, katanya, juga bisa dimanfaatkan untuk penyiapan sarana dan prasarana pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak banjir yang melanda wilayah tersebut.
"Nah, kemudian sejak tanggal 11 Januari 2026 sampai sekarang ini, kan, ternyata mulai terjadi banjir. Sudah terbukti yang biasanya wilayah itu hanya 20 centimeter ketinggian airnya, sekarang sudah ada perkembangan naik dan meluas," katanya.
Selama masa tanggap darurat, Pemkab Tangerang bakal terus melakukan pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana susulan, mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi di sejumlah wilayah setempat.






















































