Singapura Langsung Merespons Omongan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka

5 hours ago 28

Singapura Langsung Merespons Omongan Menkeu Purbaya soal Selat Malaka

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Personel KRI Alamang-644 melaksanakan latihan kesiapsiagaan peran tempur bahaya udara di perairan Selat Malaka, Selasa (21/4/2026). Ilustrasi Fiti: ANTARA/HO-Dispen Koarmada I/aa

jpnn.com - MOSKOW – Pemerintah Singapura langsung merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait Selat Malaka.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya mengusulkan kemungkinan pengenaan tarif bagi kapal yang melintas di selat tersebut.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan, negara-negara Asia yang terletak di sepanjang Selat Malaka, memiliki kepentingan strategis untuk menjaga jalur perairan strategis itu tetap terbuka.

“Hak untuk melintas dijamin untuk semua negara. Kami tidak akan ikut serta dalam upaya apa pun untuk menutup, mencegat, atau mengenakan bea masuk di wilayah sekitar kami," kata Balakrishnan kepada CNBC, Rabu (22/4).

Singapura berbatasan langsung dengan Selat Malaka bersama Malaysia dan Indonesia.

Jalur pelayaran ini merupakan salah satu rute perdagangan global paling penting, dengan lebar tersempit sekitar dua mil laut, sehingga menjadi titik krusial bagi distribusi energi di Asia Timur, termasuk untuk ekspor menuju China.

Selat Malaka menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, serta memiliki peran strategis yang kerap disandingkan dengan Terusan Suez dan Selat Hormuz. (antara/jpnn)

Berikut ini pernyataan Menlu Singapura Vivian Balakrishnan merespons Menkeu Purbaya terkait Selat Malaka.


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |