jabar.jpnn.com, KABUPATEN BEKASI - Banjir melanda wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah tersebut selama satu hari penuh dan menyebabkan sejumlah sungai meluap ke permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat hujan yang terjadi sejak Sabtu (17/1) mengakibatkan banjir di 16 kecamatan dan 40 desa.
Sebanyak 4.622 kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak bencana tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan banjir dipicu oleh curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung cukup lama sehingga meningkatkan debit sejumlah sungai.
“Intensitas hujan sangat tinggi dan terjadi cukup lama sehingga berdampak pada meluapnya Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang,” kata Dodi di Cikarang, Minggu (18/1).
Ia menjelaskan ketinggian genangan air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di titik terparah.
Kondisi tersebut diperparah oleh buruknya sistem drainase serta hujan yang turun merata di wilayah hulu dan hilir.
Di Kecamatan Babelan, banjir merendam Desa Buni Bakti yang mencakup enam dusun. Luapan Kali Rawa Gabus dan saluran irigasi DT8 menyebabkan lebih dari 1.000 KK terdampak dengan ketinggian air sekitar 30–40 sentimeter.



















































