jpnn.com, BONTANG - Bea Cukai memperkuat sinergi lintas instansi di berbagai daerah.
Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga iklim perdagangan yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Komitmen tersebut tercermin melalui langkah strategis yang dilakukan Bea Cukai Bontang dan Bea Cukai Tanjungpandan di masing-masing wilayah.
“Bea Cukai tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum lainnya sangat penting untuk memastikan arus barang berjalan sesuai ketentuan dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha,” kata Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo dalam keterangannya, Rabu (28/1).
Bea Cukai Bontang berperan aktif dalam Tim Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah (TPPED) melalui penguatan pengawasan ekspor dan impor.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Satuan Tugas Pencegahan Ekspor dan Impor Ilegal yang digelar bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang pada Senin (19/1).
Sepanjang 2025, Bea Cukai Bontang telah menindak peredaran rokok ilegal dengan total penegahan mencapai 181.920 batang sigaret jenis Sigaret Putih Mesin (SPM) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Pengawasan tersebut tidak semata berorientasi pada penindakan, tetapi juga sebagai bentuk perlindungan terhadap industri dalam negeri.






















































