jpnn.com, JEPARA - Bea Cukai memperkuat perannya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu menembus pasar internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan asistensi dan pendampingan ekspor kepada UMKM di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, dan Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai Budi Prasetiyo mengatakan penguatan ekspor UMKM merupakan salah satu strategi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
“UMKM memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekspor nasional. Kami hadir untuk memastikan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan yang tepat agar siap bersaing di pasar global,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu (28/1).
Pada Senin (26/01), Tim Klinik Ekspor Bea Cukai Pematangsiantar melaksanakan asistensi kepada UMKM pengolahan kopi, Brewhaven Coffee Roastery, yang berlokasi di Komplek Megaland, Pematangsiantar.
Brewhaven Coffee Roastery merupakan UMKM yang bergerak di bidang pemanggangan biji kopi mentah menjadi biji kopi siap seduh dengan berbagai varian dan karakter rasa.
Dalam kegiatan asistensi tersebut, tim memberikan pendampingan mulai dari pemenuhan dokumen ekspor, pemahaman ketentuan teknis, hingga edukasi mengenai regulasi kepabeanan yang harus dipenuhi.
Budi Prasetiyo menuturkan Program Klinik Ekspor dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan UMKM berdasarkan tingkat kesiapan ekspornya, mulai dari rintisan hingga yang telah siap atau bahkan telah melakukan ekspor.






















































