jpnn.com, SORONG - Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memegang peran penting dalam perekonomian nasional, termasuk di Papua Barat Daya yang kaya akan hasil laut, produk pertanian, dan kerajinan tangan.
Potensi tersebut terbuka lebar untuk pasar internasional, namun keterbatasan geografis, infrastruktur, logistik, serta minimnya pengetahuan ekspor kerap menjadi hambatan bagi pelaku UMKM di wilayah ini.
Menjawab tantangan tersebut, Bea Cukai Sorong menghadirkan inovasi Rumah Kitong Bisa Ekspor, sebuah program pemberdayaan UMKM yang berorientasi ekspor.
Program ini dirancang untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar, baik nasional maupun internasional.
Kepala Seksi PKCDT Bea Cukai Sorong Yusman Juandi mengatakan Rumah Kitong Bisa Ekspor hadir melalui berbagai kegiatan edukasi, konsultasi, bimbingan teknis, dan asistensi kepada UMKM yang telah maupun berpotensi melakukan ekspor.
“Kami juga berkoordinasi dengan perusahaan jasa logistik, maskapai penerbangan, karantina, dan instansi terkait lainnya,” kata Yusman dalam keterangannya, Rabu (7/1).
Yusman menyampaikan Rumah Kitong Bisa Ekspor merupakan inovasi Bea Cukai Sorong yang bertujuan meningkatkan kemandirian, kebersamaan, dan kewirausahaan UMKM agar mampu mengembangkan usaha sesuai kompetensinya dan berorientasi pasar.
Program ini sekaligus mendorong peningkatan daya saing UMKM Papua Barat Daya.






















































