jpnn.com, JAKARTA - Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang juga menjabat sebagai CEO Danantara menilai laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap saham-saham Indonesia harus segera ditindaklanjuti oleh otoritas terkait, mengingat penilaian MSCI menjadi acuan bagi investor-investor dunia.
Sejumlah analis meyakini pengumuman yang dibuat MSCI terhadap saham-saham Indonesia itu memicu anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia, Rabu (28/1), yang dibuka dan ditutup melemah 659,67 poin atau 7,35 persen ke posisi 8.320,55.
"(IHSG turun, red.) karena trigger-nya dari MSCI yang mengeluarkan report ya. Memang, bursa kami diharapkan lebih transparan lagi. Ini sebetulnya sudah ada, kami harus segera tindak lanjuti ini, karena ini sudah beberapa bulan ya kalau saya lihat. Jadi, ini kami tindak lanjuti segera, karena ini masalah transparansi dan akuntabilitas," kata Rosan Roeslani dikutip Kamis (29/1).
Walaupun demikian, Rosan Roeslani menilai fundamental perusahaan-perusahaan di Indonesia relatif masih kuat terlepas dari anjloknya IHSG hari ini.
"Fundamental-fundamental dari perusahaan-perusahaan kami ini sangat baik. Tetapi, kita ketahui MSCI adalah acuan dari para investor dunia pada saat dia berinvestasi di negara-negara. Nah, itu tentunya kita harus segera tindak lanjuti mengenai masukan dari MSCI," ujar Rosan.
Imbas dari IHSG yang anjlok hingga 8 persen pada Rabu siang, Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan sementara (trading halt???????) perdagangan pada pukul 13.43 Jakarta Automated Trading System (JATS).
Dalam sesi II perdagangan Rabu pukul 13.43 WIB, IHSG tercatat melemah 718,44 poin atau 8,00 persen ke posisi 8.261,78. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 67,70 poin atau 7,73 persen ke posisi 808,41.
Selepas dihentikan selama kurang lebih 30 menit, BEI kembali melanjutkan perdagangan pada pukul 14.13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.
















































