jakarta.jpnn.com - Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menjadikan partisipasi International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika Serikat sebagai momentum pembelajaran penguatan ekosistem olahraga.
Ketua NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menilai Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu rujukan pembinaan olahraga.
Menurut dia, AS konsisten menempati top three klasemen di setiap penyelenggaraan Olimpiade.
“Kita punya potensi. Melalui IVLP, kami melihat bagaimana AS membangun jalur pembinaan atlet dari scouting, usia muda, remaja, hingga elite yang ditopang ekosistem olahraga dan industri yang sudah sangat berkembang dan kuat," kata Okto, Selasa (7/7).
Dia menjelaskan semua sektor, mulai kampus, pengelolaan organisasi, pendanaan, industri, sport marketing, anti-doping, sport science, hingga entrepreneurship menjadi pilar-pilar ekosistem olahraga AS,.
Okto mengatakan salah satu pembelajaran paling penting dari program ini ialah prestasi olahraga tidak bisa dibangun melalui pendekatan parsial.
Menurut dia, prestasi membutuhkan ekosistem yang kuat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
“AS membangun olahraga sebagai ekosistem yang berjenjang, termasuk keterlibatan kampus sebagai talent pipeline atlet nasional melalui NCAA," kata Okto.


















































