jatim.jpnn.com, SIDOARJO - Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut belum ada penetapan tersangka, dalam kasus keracunan massal diduga karena Makan Bergizi Gratis (MBG) dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo.
Wakil Kepala BGN,Trenggono mengatakan sejumlah masih fokus pada penanganan medis para korban terdampak. Dengan demikian, belum ada penetapan tersangka peristiwa itu.
“Untuk tersangka, sementara belum ada. Kami lebih fokus pada penanganan korban atau masyarakat yang terdampak terlebih dahulu," kata Trenggono di Sidoarjo, Jumat (4/9).
Nantinya, Trenggono menyebut tetap akan ada investigasi terkait dugaan keracunan MBG massal di Sidoarjo. Proses itu untuk mengetahui penyebab terjadinya insiden tersebut.
"Namun, BGN tetap akan melaksanakan investigasi untuk mengetahui apakah kelalaian ini merupakan unsur kesengajaan atau tidak. Nanti akan kami dalami," jelasnya.
Selain itu, Trenggono juga berjanji bakal langsung menindak jika ditemukan unsur hukum, dalam peristiwa yang menyebabkan 748 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam keracunan.
"Masih kami investigasi. Kalau nanti ditemukan unsur pelanggaran hukum, tentunya akan kami tindak lanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ucapnya
Trenggono mengungkapkan telah menutup SPPG Kalitengah dan melakukan pencopotan kepada kepala dapurnya. Hal tersebut sebagai konsekuensi atas kelalaiannya.


















































