Bakery ASEAN Debut di Jakarta, Hadirkan Inovasi ke Asia Tenggara

3 hours ago 23

Bakery ASEAN Debut di Jakarta, Hadirkan Inovasi ke Asia Tenggara

Facebook JPNN.com LinkedIn JPNN.com Whatsapp JPNN.com Telegram JPNN.com

Edisi perdana Bakery ASEAN, pameran B2B yang mempertemukan pelaku industri bakery di kawasan ASEAN berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo). Foto: narasumber

jpnn.com, JAKARTA - Edisi perdana Bakery ASEAN, pameran B2B yang mempertemukan pelaku industri bakery di kawasan ASEAN berlangsung pada 27–29 Agustus 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo).

Bakery ASEAN didukung oleh Bakery China, pameran industri bakery terbesar di dunia dan salah satu ajang terkemuka di Asia Pasifik yang telah berpengalaman selama hampir 30 tahun.

Bakery ASEAN diselenggarakan oleh China Association of Bakery & Confectionery Industry dan Bakery China Exhibitions Co., Ltd. Dengan mengandalkan reputasi Bakery China, jaringan peserta pameran yang luas, serta komunitas buyer yang telah terbentuk selama bertahun-tahun, Bakery ASEAN hadir di Indonesia sebagai lokasi strategis di pusat kawasan ASEAN.

Ajang ini akan menjadi pintu masuk bagi pelaku industri global yang ingin menjangkau pasar Asia Tenggara, serta memanfaatkan peluang kolaborasi di sepanjang rantai industri.

"Edisi perdana Bakery ASEAN akan memperkuat kerja sama regional dan membuka potensi besar industri bakery di Asia Tenggara. Didukung jangkauan global dan pengalaman industri Bakery China, kami berkomitmen menghadirkan platform bermutu tinggi yang mendorong perdagangan, inovasi, dan transfer pengetahuan, serta membuka babak baru bagi perkembangan industri bakery di kawasan ASEAN," ujar President China Association of Bakery & Confectionery Industry Zhang Jiukui.

Menurut Bakery China, industri bakery di Asia Tenggara tengah memasuki fase pertumbuhan pesat. Pada 2023–2028, nilai pasar regional diproyeksikan meningkat dari USD 10,89 miliar menjadi USD 14,99 miliar dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 6,60%.

Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik perhatian. Pasar bakery Indonesia diperkirakan tumbuh dengan CAGR 8% dan nilainya diproyeksikan melampaui Rp84,4 triliun pada 2028. Dengan populasi sekitar 290 juta jiwa dan usia median 32 tahun, Indonesia memiliki basis konsumen yang relatif muda dan dinamis sehingga turut menopang pertumbuhan pasar.

“Asia Tenggara, khususnya Indonesia, merupakan pasar dengan potensi pertumbuhan yang sangat menarik bagi industri bakery dan konfeksioneri. Sebagai usaha patungan yang didirikan pada 2014 oleh China Association of Bakery & Confectionery Industry bersama Sinopharm Reed Exhibitions Co., Ltd., Bakerui menghadirkan sebuah platform perdagangan dan bisnis berstandar internasional di Indonesia,” kata Managing Director Beijing Bakerui Exhibition Service Co., Ltd. (Bakerui) Lin Li.

Didukung Bakery China, ajang Bakery ASEAN debut pada Agustus di Jakarta, hadirkan inovasi industri bakery dan konfeksioneri ke Asia Tenggara.

JPNN.com WhatsApp

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Read Entire Article
| | | |