jpnn.com - Seharusnya saya memenuhi undangan eksklusif ini kemarin: expo helikopter di kawasan bandara Cengkareng Jakarta. Ada daya tarik khusus di situ: pesawat buatan anak-anak Indonesia yang disebut Vela. Itu helikopter tapi bukan helikopter.
Tapi hari ini saya harus jadi tuan rumah "Muktamar Perusuh Disway" yang mendahului muktamar NU minggu depan.

Di acara hari ini saya memang hanya jadi tuan rumah tapi tidak sopan kalau saya tinggal pergi. Pemilik acaranya para "Perusuh" sendiri.
Istilah perusuh juga lahir dari mereka sendiri –para pembaca Disway yang suka menulis komentar nakal-nakal itu.
Kenapa bukan saya penyelenggaranya? Itu bisa sensitif. Bisa dituduh sebagai orang tua yang tidak tahu diri: bisa dikira galang dukungan untuk terjun ke politik.
Vela sendiri sebenarnya belum mau unjuk diri. Apalagi di pameran kelas Asia seperti yang dimulai kemarin: Hexa –Heli Expo Asia. Peralatan untuk terbang sudah jadi tapi belum dipasang. Tapi panitia Hexa minta agar Vela ikut pameran. Tentu karena Vela bisa jadi daya tarik baru bagi Hexa.
Vela adalah pesawat yang bisa terbang dan mendarat seperti helikopter: vertikal. Setelah mengudara Vela terbang maju seperti pesawat biasa.

.jpeg)




















































