jogja.jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Fenomena tanah ambles terjadi di salah satu rumah warga Kelurahan Girikarto, Panggang, Gunungkidul pada 7 Januari 2026 telah menyita perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di rumah milik Sujanto yang di Padukuhan Bolang tiba-tiba muncul lubang berukuran lebar 6 meter, panjang 4 meter, dan kedalaman sekitar 3 meter. Lubang itu muncul setelah hujan lebat melanda kawasan tersebut.
Kejadian itu membuat Sujanto dan keluarganya mengungsi karena rumah tersebut untuk sementara dinyatakan tidak aman untuk ditempati.
BPBD DIY berencana melakukan uji geolistrik untuk memetakan struktur bawah tanah di lokasi terdampak. Sejauh ini, tim dari Tim Reaksi Cepat (TRC) serta Pusdalops BPBD DIY telah melakukan asesmen awal di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata menjelaskan bahwa uji geolistrik sangat krusial karena karakteristik wilayah Gunungkidul yang unik.
"Dengan uji geolistrik, kami bisa memastikan rongganya itu kedalamannya berapa, kemudian lebarnya berapa. Ini akan menjadi dasar untuk menentukan langkah antisipasi selanjutnya," ujar Ruruh saat dikonfirmasi, Minggu (11/1).
BPBD DIY akan bekerja sama dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk teknis pelaksanaan uji tersebut.
Rencananya, pengujian akan dilakukan dalam beberapa minggu ke depan setelah persiapan peralatan dan koordinasi teknis selesai.



















































