jateng.jpnn.com, SEMARANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengungkap hasil analisis penyebab tanah bergerak di Kampung Sekip, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Kajian tersebut merupakan hasil kerja sama BPBD Kota Semarang dengan Laboratorium Geofisika, Departemen Fisika, Universitas Diponegoro (Undip).
Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto mengatakan hasil analisis ini akan menjadi acuan dalam penanganan lanjutan di lokasi terdampak.
“Kajian analisis ini nanti akan dipakai teman-teman infrastruktur untuk mempersiapkan apabila diperlukan recovery, pembangunan, maupun rehabilitasi di Kampung Sekip,” ujar Endro kepada JPNN.com, Kamis (16/4).
Endro menjelaskan secara geologi lokasi terdampak berada di atas lapisan tanah yang kompleks, terdiri atas tanah lunak, tanah keras, hingga batuan lapuk yang membentang dengan arah barat laut-tenggara.
Strukturnya berupa cekungan yang diapit material lebih keras di bagian utara dan selatan, serta sejajar di bagian timur.
“Kedalaman batuan dasar atau bedrock mencapai sekitar 46 meter,” kata Endro.
Dia menambahkan.di bagian timur laut area kajian juga ditemukan indikasi struktur cekungan bawah permukaan dengan karakteristik kedalaman yang serupa dengan lokasi terdampak.

















































